Sejarah

Sejarah Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup dimulai pada tahun 2002. Berawal dari kepedulian terhadap anak-anak dan masa depan mereka tercetuslah sebuah ide untuk mendirikan Spirit Camp di daerah Ledeng, Bandung. Spirit Camp menyediakan sejumlah aktivitas dan fasilitas untuk anak-anak dan remaja, agar mereka dapat bermain di alam terbuka. Aktivitas Spirit Camp sempat berpindah ke Kota Baru Parahyangan sebelum akhirnya pada tahun 2012 berlokasi di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Dago, Bandung.

Berevolusi menjadi Eco Learning Camp atau Eco Camp di bawah Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup, organisasi ini didirikan untuk mengembangkan aktivitas edukasi, konservasi, riset, dan pengembangan komunitas serta berbagai aktivitas kreatif lainnya yang berbasis lingkungan.

Melalui partisipasi tiga pihak dari badan milik pemerintah, asosiasi perguruan tinggi dan badan usaha swasta, dilakukan pengelolaan dan perawatan 526 hektar area yang menjadi pusat taman hutan tropis warisan dunia. Kesempatan di Bandung untuk mengembangkannya sebagai model bagi kawasan hutan lain, untuk menjadi Eco Learning Camp lainnya. Menurut Thomas Frey from Institut Da Vinci, di masa depan learning camp akan bermunculan dan menjadi suatu cara baru dalam edukasi.

History

Sahabat Lingkungan Hidup's history begins in 2002 with the establishment of Spirit Camp, in Ledeng, Bandung. Spirit Camp provides a range of activities and facilities for children and youth to play in open spaces. The activities of Spirit Camp were then moved to Kota Baru Parahyangan and finally in 2012 to Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Dago, in Bandung.

Evolved into Eco Learning Camp or Eco Camp under Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup (Friends of Environment Foundation), this organization was established to develop educational activities, conservation, research, community development, and a variety of other creativity-based activities.

Through three-party participation from government bodies, university associations and private business, the Foundation manages and cares for the 526 acres Centre of the World Heritage Tropical Forest Park. The opportunity in Bandung can be developed as a model for other forest to be another Eco Learning Camp. According to Thomas Frey from Da Vinci Institute, in the future learning camp will emerge and become a new way of education.

Makna Logo

  1. Gunungan Jawa
    Dalam dunia pewayangan menggambarkan hutan rimba/jagadraya. Bentuk yang menggunung menggambarkan kebersamaan yang menjadi satu pada puncaknya. Bentuk yang menyerupai segitiga menyimbolkan kepercayaan manusia kepada Tuhan.
  2. Warna
    Hijau Muda: Warna hijau melambangkan adanya suatu keinginan. Warna ini digunakan dalam logo untuk mewakili mahlukhidup didunia ini.
    Biru Langit: Warna biru melambangkan ketenangan yang sempurna. Warna ini digunakan dalam logo untuk mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta.
    Cokelat: Warna cokelat tanah melambangkan sifat positif dan stabilitas. Warna ini digunakan dalam logo untuk menggambarkan alam semesta yang kita pijaki.
  3. Tiga cabang
    Dahan Tiga cabang dahan yang terdapat di dalam logo mewakili 3 pilar utama yaitu Nature, Culture dan Science.
  4. Pintu putih
    Pintu putih menggambarkan sebuah rumah alam yang menjadi tempat pembelajaran.

Meaning of the Logo

  1. Gunungan Jawa (Javanese Mountain shape)
    In the Javanese Puppet Tradition, this mountain shape described the Forest or Universe. The mountain like form shows the togetherness that is move toward oneness at the top. The triangle like shape symbolize human believe in God.
  2. Colors
    Light Green: The green color symbolizes the will. This color is used in the logo to represent all creation of the world.
    Blue Sky: The color of Blue symbolizes the perfect calmness. This color is used in the logo to remind us of God’s greatness in creating the Universe.
    Brown: Brown color symbolizes positive nature and stability. The color is used in the logo do describe the nature that we tread.
  3. Three Branches
    Three branches in the logo represent the 3 main pillars i.e. Nature, Culture and Science.
  4. White Door
    Describe nature as home, the place of learning.



Foundation Committee

Founders:
Mayjen (Purn.) Tono Suratman (Head of KONI)
Dr. (HC) Popong Otje Djundjunan (DPR RI Member, West Java Prominent Figure)
Dr. (HC) Martha Tilaar (Business Woman)
Edwin Soeryadjaya (Business Man)
Agus Dharma, MA, M.Div. (Consultant)
Djoko Kusumowidagdo, MBA (Outward Bound Indonesia)
Ir. Hody Kuntohadi (LJ Hooker)
MAS Teko Sukarmin (LPIP Trainer)
Alexander AP Iskandar, Ph.D. (ITB Lecturer)
Agustinus Sarwanto SJ, M.Hum., MBA (Management Expert)
Ir. F. Teguh Satria (REI, FIABCI)
Dr. Ferry Sutrisna Wijaya (Education Expert)

Elder:
Dr. Ferry Sutrisna Wijaya

Supervisor:
Agustinus Sarwanto SJ, M.Hum., MBA
MAS Teko Sukarmin
Agus Dharma, MA., M.Div.

Management:
Head:
Ir. Shierly Megawati Purnomo
Secretary:
Ali Abdullah
Mentari Qorina Alwasilah
Treasurer:
Steven Hairul Tjhoea
Fenty Ariani

Expert Council:
Prof. Dr. RW Triweko (UNPAR Chancellor)
Teguh Purwanto, MBA (Perhutani)

Observer:
Yesmil Anwar, SH, M.Si. (UNPAD Lecturer)
Drs. Wawan Husin (POLBAN Lecturer)
Drs. Fidelis Waruwu, M.Sc.Ed. (Education Expert)
Ir. Karyadi Kusliansjah, MT, IAI (UNPAR Lecturer)
Br. Yustinus Triyono MA (Head Master)
Samudera Prawirawidjaya (Ultrajaya)
Dr. Ir. Yasmin Suriansyah, MSP, IAI, GP (UNPAR Lecturer)

Public Accountant:
Jenly Hendrawan (Crowe Horwath)
Drs. Joseph Munthe, MS. Ak., CPA

Notary:
Maudy Lunel Pongtuluran, SH

Public Relation:
A. Trianita Hesti Susanti, MBA

Education Division:
Alexander Iskandar, Ph.D. (ITB Lecturer)
Dr. Anggraini Barlian (ITB Lecturer)
Drs. Victor Tatuah (Education Expert)
Dr. Sirilus Belen (Education Expert)
Weilin Han, M.Sc. (Education Expert)
Sr. Baptista A. Handayani, PI, S.Psi. (Head Master)

Conservation and Research Division:
Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M.Pd. (UPI Professor)
Dra. Theresia Utami Gunawan, M.Si. (Head Master)
Dr. Raphael Aswin Susilo (Researcher)
Ir. Heru D. Wardana, M. Hort. Sc (Martha Tilaar)

Community Empowerment Division:
Dra. Lia Suratman
Dra. Nuning S. Barwa, MBA (Martha Tilaar)
Anthony I.A. Sutrisno, S.Ip.

Business Consultant Division Partners:
Yadi Budhisetiawan (Force One)
Mindiarto Djugorahardjo (Force One)

Green Building Team

Dr. Ir. Yasmin Suriansyah, MSP, IAI, GP (UNPAR Lecturer)
Ir. Bintang Nugroho, IALI, GP (Core Founding Member GBCI)
Dr. Ir. Arief Sabaruddin, CES (Litbang Pemukiman)
Ir. Hendra Susanto

Renewable Energy Team:
Dr. Ir. Sri Paryanto Mursid M.Sc. (Dosen POLBAN)
Ir. Teguh Sasono, MT (Dosen POLBAN)
Alexander Iskandar, Ph.D. (ITB Lecturer)
Haryo Budi Guruminda (PU)

Green Building Book & Video Team:
Justin Coupertino Umbu, ST

Architect and Primary Building Team:
Ir. A. Audy Kusnadjaja (Gallery Living Architects)

Project Manager:
Ir. Ovan Nurdin Sopandi (Gallery Living Architects)

Praying Hall Architect and Building Team:
Dr. Andry Widyowijatnoko, ST, MT, IAI (ITB Lecturer)

Construction Partners:
Don Kamarga (PT Beton Elemenindo Putra)
Oktavianus Budianto (Baja)
Fransiskus Nuria R. (Philips)
A. Eddy Warsa (Fajar Abadi)
Adi Witanto (Flekseal)
Donny Dharmawan (Cisangkan)

Graphic Design Consultant:
Willy Harrison Ng, S.Sn (Liquid Graphic, Graphic Works & Consulting)