Eco Learning Camp

31Jul

SANUR 76 adalah singkatan dari ” SMA Santa Ursula Jakarta angkatan 1976 “, terdiri dari 13 ibu-ibu yang Mucan. Muda dan cantik. Bahkan MucanSem… Muda Cantik dan Semangat. Rasanya cemburu dech, melihat dan menyaksikan, bagaimana mereka berinteraksi bersama, mium bersama, makan dan ngobrol bersama. Meditasi bersama dan bersenda gurau bareng-bareng. 42 tahun yang menggetarkan, penuh kerinduan dn harapan. Ada yang tinggal di Islandia , di USa, kebanyakannya di Jakarta. Dengan dipandu oleh koordinator ibu Monik (Monique – correct me if I am worng ya bu Mon!).  Dimulai dengan pemberian secangkir teh hangat pada kedatangan mereka, ketiga belas alumni Sanur ini mengolah diri lahir batin di EcoCamp. “Semoga do’a yang ditinggalkan ibu2 bagi kami di EcoCamp, tetap abadi. Bersatu dengan embun pagi hari, menembel erat di pucuk-pucuk daun-daunan di EcoCamp. Menjadi kompos kasih sayang di hati kami. Lahir dan batin. Love you all, para ibu Sanur. Big big big HUGS!”.
   

30Jul

Romo Greg dan Ibu Nissa dari Fakultas Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah (PLS CEK, ATAU DARI SPS UI?). , berbagi tentang Islam dan Katolik. Bagi adalah kebahagiaan, kedamaian dan tolerani yang tinggi. Di akhir pembicaraannya Romo Greg menyampaikan bahwasanya pergaulan dengan umat setiap agama adalah baik. Jika bergaul dengan mereka, sebaiknya bergaul dengan mereka yang melakukan agamanya (ritual/tingkah laku, iman mereka) secara benar dan baik. Ibu Nissa mengatakan, cinta kasih adalah watak dasar agama (dari nabi) Ibrahim a.s.

Romo Greg mengakui banyak pertanyaan dari umat: apakah Romo Greg tidak takut kuliah disana? (Romo Greg mengalami 4 tahun kuliah di UIN Syarif Hidayatulah Jakarta_. Apakah kaum Muslim tidak menyusahkan Romo? Tidak mengganggukah mereka itu. Jawabannya lugas dan tegas: kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan lahir bati. Diskusi yang amat menyentuh, ketika audience menjadi satu perasaan dan fikiran: tangisan dan dekapan sepenuh cinta, memenuhi EcoCamp. Muslim, Kristen, Katolik Roma, adalah cucu-cicit Nabi Ibrahim a.s.. Kapan ya, para Rabbi yahudi juga bersharing cinta kasih di di Indonesia?

02Jul

Meditasi hening pagi hari. Tea ceremony atau upacara minum teh, diserahkan secangkir teh pada setiap peserta oleh Pastor Ferry.Upacara ini terinspirasi dari Upacara Minum Teh di Monastery Plum Village, kota Loubes Bernac, Perancis.

Diadopsi dan disesuaikan oleh pimpinan EcoCamp, sejak 2016, dan dijadikan acara penyambutan bagi para tamu di EcoCamp. Di akhirkunjungan, biasanya setiap rombongan berpose ti depan Pendopo Bambu EcoCamp Martha Tilaar. “Ya, kami pernah kemari. EcoCamp. Ciburial!” bisik mereka di dalam hati. Cheeers up!