hanesovia

09Dec

Perjuangan yang panjang untuk dapat berkunjung ke Eco Camp akhirnya membuahkan hasil. Keluarga pak Doddy, keluarga pak Fajar beserta orang tuanya. Mereka sampai ke Eco Camp pada tanggal 7 Desember sore hari. Seperti biasa disambut dengan tea ceremony dan sharing mengenai  7 kesadaran baru hidup ekologis yang diperjuangkan di Eco Camp.

Hari kedua diawali dengan duduk hening, jalan lambat lalu membumi nafas kehidupan. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan From Garden to Plate yaitu memanen dari kebun lalu memasak sendiri untuk makan siang. Semuanya dilakukan dengan bersama-sama. Ketiga orang anak dari 2 keluarga itu, Koko, Ainto dan Gayu sangat menikmati ketika kegiatan memanen di kebun. Belajar cara untuk memanen yang baik dari sayuran sampai jamur. Kegiatan lain yang dilakukan adalah recycling kertas. Mereka sangat antusias belajar.

Hari ketiga diawali dengan melakukan Forest Bathing di Taman Hutan Raya. Setelah itu dilanjutkan dengan sharing dan workshop tentang mengolah sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Semua kegiatan itu ditutup dengan komitmen untuk melakukan sesuatu setelah berkegiatan di Eco Camp.

Keluarga pak Doddy berkomitmen untuk mengolah sampah dapur menjadi media tanam dan mengurangi sampah plastik. Ainto sendiri berkomitmen untuk membereskan tempat tidurnya sendiri sedangkan Koko akan melanjutkan recycling yang sudah dilakukannya yaitu membuat mainan dari plastik dan kertas bekas.

Keluarga pak Fajar berkomitmen untuk langsung membeli jam bandul yang akan berfungsi untuk mengingatkan keluarga mereka untuk selalu bahagia dengan cara yang sederhana yaitu bersyukur ketika kembali menyadari nafas kehidupan. Mereka juga akan mulai memisahkan sampah plastik dan organik dengan kesadaran yang baru dan mau mengurangi sampah plastik.

Keluarga Akung dan Uti, orang tua dari pak Fajar juga berkomitmen untuk sharing mengenai 7 kesadaran baru hidup ekologis dan mulai memilah sampah di rumah mereka yang berada di Jogjakarta.

Mereka semua adalah orang-orang luar biasa yang berkunjung ke Eco Camp dan menambah cinta di tempat sederhana ini.

02Dec

Panggilan hidup semua orang di dunia ini adalah menjadi orang baik. Jika ingin menjadi guru, maka kita akan menjadi guru yang baik. Jika ingin menjadi dokter, maka kita akan menjadi dokter yang baik. Begitu juga dengan para seminaris yang ingin menjadi seorang Imam Katolik. Menjadi Imam yang baik.

Jumat, 30 November, calon-calon Imam dari Seminari Cadas Hikmat datang ke Eco Camp. Mereka datang untuk belajar. Banyak yang mereka pelajari selama 3 hari 2 malam di Eco Camp. Belajar lebih sadar dan peka akan panggilan hidup. Para seminaris didampingi oleh Romo Ferry SW dan kakak Ksatria Shambala.

Semua hal yang baik harus selalu diingatkan dan dilatih untuk menjadi kebiasaan. Selain berlatih untuk memiliki kesadaran, para seminaris juga diajak dan dituntun oleh Romo Ferry untuk melihat kembali panggilannya. Apakah benar-benar dipanggil ataukah hanya keinginan orang tua. Mereka juga diajak untuk melihat apakah mereka dipanggil? Jika belum merasa terpanggil, maka yang harus dilakukan adalah pasrah dan mendengarkan apa yang Tuhan katakan.

Hari terakhir di kegiatan ini, para seminaris diajak untuk menubuhkan apa yang mereka yakini. Mereka dibantu untuk membuat komitmen pribadi dan komitmen untuk semua murid di Seminari Cadas Hikmat. Komitmen ini yang akan menjadi aksi nyata mereka saat berada di lingkungan sekolah mereka nantinya.

 

 

23Nov

Green Leader Junior panggilan kami terhadap mereka. Mereka adalah anak-anak SMP St. Maria Surabaya yang dibimbing oleh gurunya, Pak Martinus (Green Leader Angkatan 1 Eco Camp). Mereka dilatih untuk memiliki kesadaran penuh saat berada disekolah dan dimanapun. Selain itu, sesuai dengan namanya mereka dilatih untuk menjadi leader yang mampu menyebarkan kebaikan untuk seluruh siswa di SMP St. Maria Surabaya.

Mereka sungguh luar biasa. Di Eco Camp, mereka belajar untuk lebih memiliki keteguhan dan menjadi pemimpin yang seutuhnya yaitu mendengarkan, melayani dan memberi contoh.

Catatan dari Wawan Husin (Pemerhati Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup) yang sempat menemani adik-adik dari SMP St. Maria Surabaya.

Yang pertama, saya senang bertemu dengan pak Martinus beserta  26 siswanya, karena kopi darat ini menjadikan saya lebih mengapresiasi sesosok guru PKN yang penuh semangat. Kokoh secara fisk, tebal iman secara kemanusiaan, setia pada lingkungan dan penuh integritas dalam memelihara lingkungan.

Yang kedua, kesan saya amat positif pada para siswanya. Disiplin, belajar dengan baik. Mau mengikuti apa yang diinstruksikan para Kakak Shambala dari EcoCamp, dan cepat belajar bersosialisasi tinggi dan adaptif pada apa yang terjadi di sekelilingnya. Penyampaian kesadaran sebelum makan hening diteruskan dengan do’a makan oleh Angela, amat sangat mengesankan. Kesan yang amat kuat bagaimana kerendah-hatian mengadopsi doa kesadaran EcoCamp untuk digunakan di lingkungan Santa Maria, Surabaya serta kegiatan eksskul “Duta Lingkungan” *) melelehkan perasaan. Mantap jiwa!

Yang ketiga, saya berkesempatan terlibat dalam Malam Cahaya. Terasa sekali para siswa mengikuti dengan hati. Momentum hening pada saat mengikuti instruksi kak Dewi menjadikan Malam Cahaya, berakhir dengan baik dan semoga menjadi salah satu pengalaman yang memperkaya batin dan mental para siswa.

Yang keempat, keterlibatan ibu Shierly memberikan sejumlah pertanyaan yang lebih detail kepada  para siswa yang mau maju ke depan sungguh mengesankan. Pada saat menyampaikan harapan dan cita-citanya, para siswa menjadi lebih sadar mengapa memilih cita-cita tersebut. Dig a little deeper! And deeper. Hal ini tentu saja sangat inspiratif bagi mereka. Pertanyaan yang menyangkut moralitas, harapan masa depan. Sehingga siswa akan lebih penuh kesadaran dalam melebih-tajamkan visi dan pilihan masa depan.

Kelima, kata-kata penutupan dari kak Sovia, mirip puisi. Membaca dari teks yang dipersiapkannya, dengan beberapa tambahan spontan. Mengasyikan. Isi utamanya adalah berterima kasih atas kedatangan para siswa Santa Maria, Surabaya, khususnya kelas 8. Serta mohon maaf atas kekurangan dan kekhilafan atas penerimaan yang dilakkan. Gaya santai membaca mendekatkan perasaan dan memberikan keteduhan pada pendengar atau hadirin. Jempols dua, dech!.

Terima kasih pak Martinus dan Jessica, Angela, Rubi, Owen, Christine, Tiya, Jonathan, Hemi  serta semua siswa yang datang. Semoga harapan kalian bisa kami penuhi, dan cita-cita kalian bisa tercapai.

Jayalah Indonesia kita, semoga kita akan bertemu kembali suatu ketika. Tumbuhlah didalam kebenaran, kebajikan,  kebaikan, keindahan, dn integritas.

Catatan:

“Duta Lingkungan”, adalah kegiatan eksskul di sekolah untuk mengajak, mendidik siswa mencintai lingkungan dan kemanusiaan. DL, diinisasi leh pak Martinus sejak tahun 2006. Kini, para alumni SMP St. Maria, memviralkan dan menumbuhkan kegiatan DL di sekolah yang mereka masuki, Sungguh menjadi contoh kongkrit yang melapangkan dada dari pak Martinus dan kolega2 gurunya.

20Nov

Ada sebuah cerita yang menurutku luar biasa kalau aku sharingkan di sini dalam rangka Maulid Nabi…..
Semoga berkenan..

Ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang betapa berharganya menjadi manusia…

Di dasar lautan yang luas ada seekor kura-kura buta dan setiap 100 tahun sekali memunculkan moncongnya di permukaan laut.
Di atas permukaan laut ada sebatang kayu yang berlubang di tengahnya. Terapung-apung terbawa angin ke timur selatan utara dan barat.
Berapa besar kemungkinan ketika kura-kura naik ke atas, moncongnya masuk ke dalam lubang di kayu yang terapung itu?
Sangat kecil bukan…. hampir tidak mungkin, tapi mungkin terjadi…
Nah…
Kemungkinan menjadi manusia lebih kecil dari itu…
Jadi betapa berharganya menjadi manusia….

Dan kesempatan ketika menjadi manusia datang… maka inilah kesempatan untuk sungguh mengisinya dengan true happiness

It’s make sense…

Cerita ini membuat saya sadar…
Dan sudah kukonfirmasikan ke Pak Alex bahwa sejak dunia tercipta 4,8 milyar tahun yang lalu semua unsur adalah tetap tidak ada yang masuk atau keluar dari bumi.
Jadi memang benar bahwa air yang ada dalam tubuh kita adalah air yang sama yang ada di dalam tubuh dinosaurus atau tubuh nenek moyang kita dahulu kala…
We are one sejak dahulu kala.
Dan bayangkan dari sekian milyar ciptaan yg ada di bumi ini, kita tercipta sebagai manusia, citra Sang Pencipta sendiri….
Maka kelahiran menjadi manusia sekali lagi adalah ANUGERAH… dan harusnya diisi dengan sesuatu yang berharga sehingga kitapun menjadi anugerah untuk dunia…
Selamat memperingati Hari kelahiran Nabi Muhammad… kelahiran yang membawa Anugerah besar untuk umat manusia….

 

Kisah diatas adalah cerita yang disharingkan oleh Ibu Shierly Megawati, Ketua Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup.

19Nov

Banyak hal yang mereka lakukan selama 1 hari berada di Eco Camp. Belajar tentang tanaman dan hewan. Mulai dari menyemai di tray dan langsung menanam benih bunga matahari ke dalam pot. Tidak hanya memberi makan pada Eko (domba Eco Camp) tetapi belajar mengenai perkembangbiakannya termasuk ayam dan kelinci. Selain itu, mereka juga berteman dengan cacing tanah karena sadar betapa pentingnya cacing bagi dunia. Jika cacing punah maka manusia akan punah perlahan-lahan.

Setelah makan siang, anak-anak dari SD Slamet Riyadi juga mencoba teknologi pangan yaitu membuat jamur krispi dan membuat cincau sendiri. Bahan-bahan ini diambil di Eco Camp sendiri. Belajar sambil bermain.

30Oct

Eco Camp dikunjungi oleh anak-anak kelas 1 SD Harapan Kasih yang terletak di Jl. Raden Rangga Kencana, Mekarwangi. Pagi yang mendung tak menghalangi semangat mereka untuk datang ke Eco Camp. Mereka berkegiatan selama kurang lebih 4 jam di Eco Camp. Bukan hanya berkenalan dengan kakak-kakak Ksatria Shambala, mereka juga berkenalan dengan semua hewan dan tanaman yang ada di kebun.

Belajar untuk menjadi sahabat alam semesta dimulai dengan berkenalan terlebih dahulu dengan sahabat cacing, lalu menanam bibit sayuran Caisim kedalam pot, mengenal benih sayuran Siomak yang ditanam di trai dan akhirnya memberi makan kelinci. Mereka sangat antusias untuk belajar hal baru. Anak-anak SD Harapan Kasih juga belajar untuk menghargai setiap makanan yang dimakan.

Terima kasih untuk alam semesta yang sudah menerima mereka.

1 2 3 4 5