hanesovia

19Nov

Banyak hal yang mereka lakukan selama 1 hari berada di Eco Camp. Belajar tentang tanaman dan hewan. Mulai dari menyemai di tray dan langsung menanam benih bunga matahari ke dalam pot. Tidak hanya memberi makan pada Eko (domba Eco Camp) tetapi belajar mengenai perkembangbiakannya termasuk ayam dan kelinci. Selain itu, mereka juga berteman dengan cacing tanah karena sadar betapa pentingnya cacing bagi dunia. Jika cacing punah maka manusia akan punah perlahan-lahan.

Setelah makan siang, anak-anak dari SD Slamet Riyadi juga mencoba teknologi pangan yaitu membuat jamur krispi dan membuat cincau sendiri. Bahan-bahan ini diambil di Eco Camp sendiri. Belajar sambil bermain.

30Oct

Eco Camp dikunjungi oleh anak-anak kelas 1 SD Harapan Kasih yang terletak di Jl. Raden Rangga Kencana, Mekarwangi. Pagi yang mendung tak menghalangi semangat mereka untuk datang ke Eco Camp. Mereka berkegiatan selama kurang lebih 4 jam di Eco Camp. Bukan hanya berkenalan dengan kakak-kakak Ksatria Shambala, mereka juga berkenalan dengan semua hewan dan tanaman yang ada di kebun.

Belajar untuk menjadi sahabat alam semesta dimulai dengan berkenalan terlebih dahulu dengan sahabat cacing, lalu menanam bibit sayuran Caisim kedalam pot, mengenal benih sayuran Siomak yang ditanam di trai dan akhirnya memberi makan kelinci. Mereka sangat antusias untuk belajar hal baru. Anak-anak SD Harapan Kasih juga belajar untuk menghargai setiap makanan yang dimakan.

Terima kasih untuk alam semesta yang sudah menerima mereka.

17Oct

Kali ini Fun Eduventure SD Cipta Cendikia Bogor mengunjungi Eco Camp. Mereka mengambil paket 3 hari 2 malam. Fun Eduventure ini sendiri bertujuan untuk mengisi liburan tengah semester yang selalu dilakukan agar anak-anak tidak bosan kegiatan di kelas. Sekaligus, anak-anak bisa belajar di tempat lain selain di sekolah. Tiba di Eco Camp pada tanggal 15 Oktober 2018 pada pukul 10.00 WIB. Peserta Fun Eduventure ini ada 47 peserta yang -terdiri dari kelas 3, 4, 5 dan 6. Mereka sangat mudah beradaptasi dengan kebiasaan untuk menghargai keheningan yang ada di Eco Camp. Minum teh bersama-sama pun sudah mereka lakukan bahkan mereka juga mempunyai waktu hening di sekolah. Mereka juga mempunyai kebiasaan untuk cuci piring sendiri. Kebiasaan itu menjadikan mereka sangat luar biasa. Mereka sangat mandiri dan bertanggung jawab dengan barang bawaan mereka sendiri. Mereka juga dibiasakan untuk memanggil kakak kelas dengan sebutan kakak yang sekarang sudah sangat jarang ditemukan. Anak-anak ini yang membuat kegiatan mereka di Eco Camp menjadi sangat berkesan.

Banyak pengalaman baru yang mereka dapatkan, salah satunya adalah percaya pada teman dan harus berani. Nilai ini dikemas dalam permainan Trust Fall. Trust Fall adalah permainan yang mengharuskan pemainnya menjatuhkan diri dan ditangkap oleh teman-temannya dengan menggunakan alas kain. Dari Trust Fall, pemain dilatih untuk lebih berani dan percaya pada teman-temannya. Trust Fall dapat mempererat persahabatan.

27Sep

Hari ini 27 September 2018, Eco Camp kedatangan 113 anak SD Kelas 1-3 SD Kalam Kudus. Mereka ditemani oleh bapak/ibu gurunya. Seperti biasanya disambut dengan beberapa games. Mereka begitu antusias dan semangat mengikutinya. Mereka menikmati dan tertawa lepas. Acara selanjutnya adalah Tea Ceremony. Meminum teh bersama dalam keheningan. Mereka mendengarkan cerita perjalanan dari benih teh dengan saksama.

Selanjutnya, anak-anak SD Kalam Kudus dibagi menjadi 2 kelompok besar untuk mengikuti cerita tentang ‘Apa yang terjadi dengan rumah kita’. Cerita ini diberikan kepada anak-anak untuk membangun kesadaran bahwa sebenarnya yang terjadi pada bumi sekarang ini adalah ulah manusia. Tetapi, kita tidak hanya diam saja, kita harus melalukan sesuatu. Hal yang paling sederhana adalah membawa botol minum.

Setelah itu, mereka berkebun. Berkebun adalah kegiatan yang paling ditunggu-tunggu. Ada 2 pos besar yang diikuti oleh anak-anak. Pos 1 adalah menanam dengan sumbu sedangkan pos 2 adalah berkebun yang didalamnya terdapat 5 pos kecil. Lima pos kecil ini terdiri dari feeding Bunny, menyiram tanaman, menanam benih pada polibag, merawat tanaman dengan cara mencabuti gulma dan menyemai benih.

Setelah makan siang, akhirnya mereka pulang dengan membawa tanaman dengan sumbu yang sudah dibuat.

25Sep

RW 9 Arcamanik datang ke Eco Camp untuk melakukan “studi banding”. Tetapi, mereka tidak langsung ke Eco Camp, mereka memilih untuk ke TAHURA terlebih dahulu untuk belajar mengolah rasa. Olah rasa dan Forest Bathing dipimpin oleh pak Wawa Husin yang merupakan Budayawan Sunda yang membantu di Eco Camp. Forest Bathing adalah mandi hutan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Ketika berjalan-jalan di hutan maka kita akan mendapatkan phytoncides dari pohon-pohon. Phytoncides ini merupakan minyak alami yang ada dalam pohon dan termasuk dalam sistem pertahanan dari pohon. Phytoncides ini yang akan menyehatkan dan menyembuhkan.

Setelah Forest Bathing, mereka menuju ke Gua Jepang yang ada dalam TAHURA. Selanjutnya, mereka menuju ke Eco Camp untuk melihat dan mempelajari kebiasaan, apa yang diperjuangkan dan kebun Eco Camp. Mereka adalah keluarga-keluarga yang sudah melakukan pengolahan sampah dirumah masing-masing. Sehingga mereka datang untuk belajar dengan harapan mendapatkan sesuatu yang dapat berguna untuk mengembangkan RW 9 Arcamanik.

1 2 3 4 5