Nugrah

07Sep

“Mindfulness is always of something. When we are mindful, we are paying attention, but what are we paying attention to? mindfulness always has an object. When we sit, we become aware of our in-breath and out-breath. Follow your breath from the beginning of each inhale all the way through the end of each exhale. This is mindfulness of breathing. Each time we practice mindful breathing, we know a little more what mindfulness feels like.”  –Thich Nhat Hanh-

Ketika kita melakukan “kesadaran penuh” harus lah sadar penuh akan suatu objek. ketika kita sadar penuh, kita harus fokus pada sesuatu. Memiliki kesadaran penuh sangatlah sulit untuk saya. Pada petikan paragraf diatas dicontohkan bahwa ketika kita duduk, kita dilatih untuk sadar akan nafas kita sendiri. Saat bernafas mari kita coba mengikuti nafas kita dari mulai masuk sampai nafas kita keluar. Semakin kita mencoba untuk bernafas dengan kesadaran penuh, semakin kita merasakan energi positif yang diberikan alam. Semakin kita mencoba untuk bernafas dengan kesadaran penuh, semakin kita banyak bersyukur. Semakin kita mencoba untuk bernafas dengan kesadaran penuh, semakin kita merasakan kehadiran Tuhan dalam diri kita. Saya bertekad setiap mendengar suara adzan, saya akan duduk dan melatih fokus saya pada nafas sembari menjawab seruan adzan. Semoga dengan berlatih seperti ini. Lama kelamaan saya bisa mempraktikan “Kesadaran penuh” di setiap kegiatan yang saya lakukan.

 

Dari berbagi ini saya harap kita bisa lebih menyadari penuh segala hal yang kita lakukan. Sadari bahwa kita sekarang berada disini dan saat ini. Salam kenal dari Saya, Nugrah Ridho Muhammad. Petani muda di Ecocamp yang sedang berjuang menjadi wadah yang baik untuk para petani selanjutnya. semoga bermanfaat!

27Aug

Selamat datang sahabat-sahabat Ecocamp, saat ini 3 R atau reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang) sudah tidak cukup lagi. Kita harus menggerakan semangat baru yaitu 9R. 9R merupakan sebuah budaya kesadaran ekologis yang baru yaitu terdiri dari:

  • Rethink: berpikir kembali dan mengevaluasi lagi tentang gaya hidup kita
  • Refuse:  menolak apa yang akan menjadi sampah dan pola hidup boros
  • Reduce: mengurangi produk yang menghasilkan sampah
  • Reuse: menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan
  • Recycle: memanfaatkan bahan bekas dengan mengolah materinya
  • Replace: mengganti bahan yang sekali pakai dengan bahan yang bisa dipakai ulang
  • Replant: menanam kembali barang yang kita pakai bahannya
  • Refill: belanja dengan menggunakan wadah yang bisa diisi ulang

Mengenai semangat 9R yang baru saya akan sharing sedikit tentang pengalaman saya.

Saya mempunyai sepasang sepatu lari berwarna biru yang saya beli sekitar 4-5 tahun yang lalu. Dulu membeli sepatu ini saat saya masih kuliah dulu. Sol sepatu ini sempat rusak sampai terbuka besar sekali. Hampir 1/3 solnya sudah terbuka waktu itu. Sempat berpikir untuk membeli sepatu baru lagi. Tetapi, setelah berpikir lagi lebih baik saya memperbaiki sepatu ini lagi. Sepatu ini masih layak untuk dipakai dan masih bisa diperbaiki. Dengan melakukan hal tersebut saya sudah berusaha menghidupi minimal 2 dari 9R yaitu semangat Rethink dan RefuseRethink karena saya mengevaluasi kembali kebutuhan saya mengenai sepatu yang baru. Refuse karena jika saya membeli lagi sepatu baru, saya akan menghasilkan lagi sampah lain yang baru. Sekian sharing dari saya, semoga kita bisa belajar bersama mengenai semangat 9R yang perlu ditumbuhkan saat ini.