Safenature

22Sep

Hallo pembaca Eco Inspirasi yang berbahagia…

Kali ini Eco Inspirasi akan membahasa ‘Bagaimana cara berjalan secara alami’, yang akan menjadi literatur kita sekaran adalah buku yang berjudul ‘Rahasia Berjalan Alami (RBA)’ yang ditulis oleh Irmansyah Effendi, M.Sc.

Berjalan adalah salah satu gerak dasar yang selalu dilakukan oleh manusia, setiap aktivitas pasti di barengi dengan berjalan, ketika akan tidur pun kita harus berjalan dulu ke tempat tidur. Lalu apakah cara berjalan kita sudah benar? Bagaimana cara berjalan yang alami?

Nah kita akan membahas semua itu dalam Eco inspirasi ini, dan sekarang saya kasih bocoran tentang apa saja yang akan kita ulas….

  1. Manfaat Ketika Kita Berjalan dengan Benar
  2. Hubungan Antara Cara Berjalan dengan Kesehatan
  3. Kesalahan-Kesalahan Ketika Kita Berjalan
  4. Pengertian Dasar Cara Berjalan Secara Alami
  5. Kunci Dalam Berjalan Secara Alami
  6. Kunci 1 : Mengayunkan Kaki
  7. Kunci 2 : Memompa Bantalan Telapak Kaki
  8. Kunci 3 : Meluncurkan Tubuh Sambil Menggulung Telapak Kaki
  9. Kunci 4 : Membiarkan Penyesuaian-Penyesuaian Terjadi
  10. Kunci 5 : Melepaskan Berat Tubuh Ke Bumi
  11. Kunci 6 : Langkah Selanjutnya

To Be Continue….

14Sep

Siddharta, pria yang menjadi Buddha bertahun-tahun yang lalu di India, duduk untuk waktu yang lama di bawah pohon Bodhi. Dia hadir hanya untuk duduk, tetapi tubuhnya juga ikut berpartisipasi dalam kesadarannya. Dia sangat mengamati tubuhnya, perasaannya dan persepsinya. Sambil terus berlatih, kekuatan perhatian dan konsentrasinya menjadi semakin kuat. Suatu hari saat fajar, ketika bintang pagi muncul, dia merasakan pembebasan yang menghilangkan semua kegelapan di dalam dirinya. itu adalah Momen Pencerahan.

Diterjemahkan dari Buku “HOW TO SHIT” yang ditulis oleh Master Zen Thich Nath Hanh

Momen pencerahan ini akan didapat ketika terus berlatih untuk menghadirkan kesadaran dalam setiap moment yang kita lewati dan aktifitas yang kita lakukan. Berlatih duduk dengan mengerahkan seluruh perhatian, perasaan, persepsi maka konsentrasi akan menjadi semakin kuat. Dan disaat itulah semua hal yang tidak nyaman di dalam hati kita akan hilang, karena kita memiliki kesadaran disini dan sekarang. Berlatih dan melakukan pengulangan itulah kunci yang bisa membawa kita pada Momen Pencerahan.

27Aug

Manusia tidak bisa terlepas dari ‘sampah’ setiap hari pasti kita menghasilkan sampah, baik organik ataupun anorganik. Kita selalu mengeluh ketika ada tumpukan sampah dan ketika tercium bau yang tidak sedap dari tumpukan sampah tersebut yang diakibatkan dari tercampurnya sampah organik dan anorganik. Maka untuk mengurangi hal yang tidak nyaman tersebut (mengeluh karena bau sampah yang tercampur antara organik dan anorganik), maka kami di rumah mencoba untuk memilah sampah, memisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Selain itu untuk meminimalisir sampah anorganik yang saya hasilkan di rumah saya membedakan size atau ukuran tempat sampah antara tempat sampah organik dan anorganik. Walaupun sampah organik di rumah jumlahnya jauh lebih sedikit, tetapi saya memberi ukuran untuk tempat sampah yang organik jauh lebih besar dari tempat sampah yang anorganik, tentunya dengan tujuan ingin mengurangi jumlah sampah anorganik yang dihasilkan di rumah.

25Aug

Jumat, 24 Agustus 2018 hari dimana kami akan mendampingi teman-teman dari SMAK ST. THERESIA Jakarta gelombang ke-3. Ada 48 anak yang datang dari total 142 anak kelas 10 SMA. Mendampingi anak remaja yang menuju dewasa ada tantangan tersendiri buat saya pribadi, ada banyak hal yang harus diperhatikan dan ada banyak hal yang harus di pertimbangkan. Saya punya keyakinan bahwa ada satu hal yang harus saya pegang ketika saya mendampingi anak remaja yaitu saya harus menjadi teladan sekaligus teman untuk mereka. Karena dengan itulah saya bisa masuk ke dunia mereka, saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Lebih banyak dialog, itu yang saya lakukan ketika memberikan sesi. Salah satu sesi yang saya berikan adalah soal ‘Rokok’. Kaget dan miris, ketika saya lemparkan pertanyaan ‘siapa yang pernah dan sampai sekarang suka merokok?’ dan 3 anak yang mengangkat tangan, 2 anak terlihat ragu dan 1 anak mengangkat tangan dengan penuh keyakinan.

Sabtu, 25 Agustus 2018 adalah hari terakhir. Masuk pada sesi komitmen, dengan perasaan yang penuh harapan dan keinginan mengajak ke-3 teman untuk mengatakan tidak pada rokok akhirnya berbuah. Disesi komitmen ini saya mengundang siapapun yang mau maju dan sharing tentang perasaan selama mengikuti kegiatan Eco Camp, pelajaran dan nilai-nilai apa yang di dapatkan yang terakhir apa yang ingin dilakukan. Anak yang mengangkat tangan dengan penuh keyakinan ketika ditanya ‘siapa yang pernah dan masih merokok?’ itu akhirnya maju. Bercerita tentang apa yang dirasakan dan apa yang didapatkan, sampai pada akhirnya anak tersebut mengatakan ‘Mulai jam dan detik ini saya akan berhenti merokok’, semua anak berteriak riuh menyambuat apa yang dikatakan anak tersebut dan apa yang saya rasakan, adalah perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, buat saya ini adalah sesuatu yang luar biasa meskipun dari 3 anak hanya 1 anak yang mengatan : Ya, saya bersedia…!