syifa

19May

Kunjungan SD Stella Marries tanggal 16-17 Mei 2019 di Eco Learning Camp, selain berkebun Kegiatan dikemas dengan berbagai macam games menarik. Mau tau apa pendapat mereka setelah berkegiatan di Eco Camp? Yuk kita simak beberapa testimoni dari siswa – siswi kelas 6 SD Stella Marries.

“Selama 2 hari 1 malam saya belajar sangat banyak. Saya ingin menetap lebih lama jika bisa. Aktivitas – aktivitas sangat menyenangkan dan membuat saya lebih mengerti tentang situasi di alam kita. Api unggun dan menikmati teh adalah favorit saya. Terimakasih telah mengajarkan tentang semua ini. Saya menyadari dalam setiap hal kecil yang kita lakukan, ada cerita dibaliknya, tentang semua makhluk hidup maupun non-makhluk hidup yang sudah terlibat.” -Kim Nara

“I like it here especially the food. Other than taht, I learned how to take care of the environment. Thanks for all the tings you did!” – Lucia Evelyn Tedja

“It was fun and I really enjoyed the trip. I learned alot about the earth and how only we can save it, I hope everything will be resolved soon. We did alots of activities, even if it was tiring it was enjoyable.” -Yessa

“Permainan di Eco Camp sangat seru dan asik. Selain seru dan asik, permainan disini beredukasi. Staff staff disini sangat ramah dan baik, Tempatnya nyaman dan aman. Saya puas dengan Eco Camp.” – Rehan

“ The games are fun and exciting yet we’re learning, we learnt about how the earth is damaged, so we have to save Earth !
The workers were friendly and fun, this place taught me that being vegan is not that bad, the food were suprisingly delicious.” – No Name

“Seru dan menyenangkan, aku gak bakal lupakan field trip kali ini ! 😊” -Angeline

“I kinda like the event but what i most like is the campfire. It was very fun and funny. We also learned lessons like the earth. We also need to use less plastics. They teached us how to make earth a better place and they give us videos about trashes.” – Gilbert

Berbagai macam tanggapan memang, namun itulah tanggapan mereka, apa tanggapanmu?
ayo berkunjung ke Eco Camp dan berikan tanggapanmu 😊

22Apr

Kembali lagi diadakannya Kepemimpinan Ekologis angkatn ke-3 (KE-3), kali ini KE-3 dilaksanakan pada tanggal 21 sampai 30 April 2019 sebagian besar rangkaian kegiatan dilakukan di Eco Camp Bandung, namun ada juga yang dilaksanakan di Taman Hutan Raya Djunda, dan Tebing keraton, selain itu juga diadakan rekreasi berkeliling bandung, mulai dari Tangkuban Perahu, Saung angklung Ujo, Asia Afrika, Gedung Sate, hingga jalan Cisangkuy. Pesertanya berasal dari seluruh indonesia, ada yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan ada pula yang berasal dari Sulawesi. Para peserta dikirimkan dari komunitasnya masing – masing untuk mengikuti pelatihan menjadi pemimpin ekologis, komunitas tersebut tentunya memiliki harapan besar kepada para perwakilannya yang dikirimkan untuk mengikuti kegiatan ini, agar dapat menjadi pemimpin ekologis di komunitasnya masing – masing.

Materi – materi yang disampaikan dikemas dengan kegiatan menarik, mulai dari berlatih melakukan segala sesuatu dengan penuh kesadaran (seperti jalan berkesadaran, duduk berkesadaran, makan berkesadaran dan total relaksasi), pengenalan 7 kesadaran baru untuk hidup lebih ekologis, penjelasan dan praktek mengenai permakultur dan pertanian organik, penjelasan  pengolahan sampah menjadi kompos, pembuatan ecobrick, simposium Awakening The Dreamer untuk mengetahui keadaan rumah kita (bumi) saat ini, dan apa yang bisa kita lakukan untukmasa depan. Selain itu para peserta juga diajak untuk merenungi keadaan tentang diri kita sebelumnya, lalu membangkitkan harapan yang kita miliki, selain itu juga masih banyak kegiatan dan games – games yang dilakukan dengan menyenangkan namun penuh arti didalamnya.

Para peserta KE-3 ini begitu merasa senang dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang diikuti, seperti yang disampaikan oleh salah seorang pesrta yang berasal dari Sleman Jogjakarta bernama Yustinus Gino “perasaan saya mengikuti KE-3 ini yaitu sangat bahagia, kami memperoleh rasa yang luar biasa, melalui KE-3 ini Eco Camp membantu kita memahami bumi pertiwi kita merasakan bahwa kita terkait langsung dengan alam semesta,
bahwa kita hanyalah butiran debu kecil yang dicintai oleh tuhan. kegiatan di Eco Camp ini sangat positif, sangat inspiratif untuk kita semua. Setelah dari eco camp kita diutus, minimal kita berkomitmen melakukan apa yang bisa dilakukan di keluarga, tempat kerja, dan lingkungan sekitar, yang penting benih yang ditanam oleh Eco Camp yang dasari rasa cinta harus kita bawa sebagai kabar kembira kemanapun kita berada. Kegiatan ini memberi pengalaman baru untuk kita semua.”

14Apr

Minggu ini adalah pertemuan terakhir anak bumi, seperti pertemuan – pertemuan sebelumnya, materi yang ada di acara anak bumi selalu dikemas dengan kegiatan yang menarik, seperti praktek pertanian organik dengan cara berkebun dan membuat mol, kemudian anak – anak juga diberikan materi tentang melawan iklan rokok. Minggu, 14 April 2019 adalah hari penutupan kegiatan anak bumi, semua anak berperan aktif dalam mempersiapkan acara tersebut, muali dari mempersiapkan perlengkapan, pameran, dekorasi, menerima tamu, dan tentunya semua anak juga mamberi penampilan terbaik untuk ditunjukan kepada orang tuanya di acara panutupan ini.

Acara penutupan anak bumi diselenggarakan dengan sangat meriah, mulai dari hasil karya anak bumi yang dipamerkan, seperti penyaringan air, poster diri, give to get, sampel sampah di lingkungan sehari – hari, dan foto – foto anak bumi selama kegiatan berlangsung. Pada hari ini banyak sekali tamu yang datang ke eco camp, mulai dari orang tua dan guru – guru anak bumi, pak aji sebagai perwakilan dari campina, sampai ceu popong pun datang dan turut serta dalam memeriahkan acara penutupan anak bumi hari itu. Pada hari penutupan ini anak bumi akan mempersembahkan penampilan – penampilan terbaik mereka didepan orang tuanya, mereka menampilkan beberapa hal yang dipelajari selama empat minggu mengikuti kegiatan anak bumi di eco camp, diantaranya yaitu menyanyikan lagu tanah airku, mendemonstrasikan materi cerutu dan serasah, mendemonstrasikan cara membuat bir pletok, menampilkan drama tentang kehidupan sehari – hari, menyanyikan fight song, menyanyikan lagu indonesia jaya, dan tentunya menyanyikan lagu mars anak bumi.

lagu mars anak bumi ini merupakan lagu yang diciptakan oleh Fatriana (siswi SMP Nusantara Raya) anak bumi 2019, lagu ini memiliki lirik yang penuh dengan makna, enak didengar, dan mudah untuk dinyanyikan.
lirik lagu tersebut adalah sebagai berikut;

~ Mars Anak Bumi ~
kami putra puteri indonesia
mengabdi menjadi anak bumi
lingkungan lestari adalah tujuan utama kami
**
eco camp membimbing kami
menjadi anak yang peduli
kebersihan jasmani dan rohani
segala makhluk hidup di bumi
back to **

Eco camp sangat senang dan berterimakasih kepada semua anak bumi yang telah berkomitmen dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini, dan tak lupa eco camp juga memiliki harapan yang sangat besar kepada setiap anak bumi untuk menjadi seperti bola lampu yang siap menerangi dunia.

07Apr

Anak bumi minggu ke-3 dibawakan dengan tema aku cinta alam. Hari jumat sore tanggal 6 April 2019 bandung diguyur hujan lebat, akan tepapi semangat anak bumi yang begitu besar untuk datang ke Eco Camp mengalahkan hujan lebat yang mengguyur bandung hari itu, dan tidak lupa anak – anak datang dengan membawa tugas – tugas yang sudah diberikan tentunya. Ketika anak bumi sudah berkumpul, alampun seraya mendukung semangat yang mereka pancarkan, hujan mulai reda dan anak – anak bermain tangkap pemburu dikebun belakang, semua bersorak sorai ceria menyambut langit yang mulai kembali cerah dan bermain bersama, karena hujan yang baru saja reda tentunya lantai kebun sangatlah licin sehingga menyebabkan anak – anak terjatuh berkali – kali, tapi tidak meredupkan semangat mereka utuk terus bermain. Meskipun sudah melewati sore yang begitu menguras tenaga, namun malam harinya anak bumi tetap semangat untuk mengikuti materi tentang bulying yang dikemas dengan meode mencontohkan bentuk – bentuk dari buliying.

Sabtu, 7 April 2019 selain dilaksanakan di eco camp, minggu ini anak bumi juga diajak berkeliling ke taman hutan raya (tahura) Ir. H. Djuanda yang terletak di Jl. Ir. H.Djuanda No.99, Ciburial, Cimenyan, Kota Bandung, Jawa Barat. Mulai dari pintu satu, plaza tahura, gua jepang, gua belanda, hingga ke penangkaran rusa. Di plaza tahura anak – anak diceritakan tentang sejarah singkat tahura, kemudian anak – anak dikenalkan dengan kekayaan yang dimiliki oleh alam, khususnya di lingkungan terdekat yang ada di Badung, anak – anak dikenalkan dengan beberapa jenis tumbuhan yang ada di tahura seperti jenis – jenis pinus, mahoni uganda, dll. Setelah itu anak bumi mengunjungi gua jepang dan gua belanda, di tengah perjalanan sambil bersistirahat anak bumi juga memamerkan karyanya, ada yang berupa nyanyian, cerita, puisi dll yang tentunya semua bertemakan tentang lingkungan.

Perjalanan dilanjutkan ke penangkaran rusa, di penangkaran rusa anak bumi diberikan materi tentang living values dan percaya diri, setelah materi selesai anak bumi kembali pulang ke Eco Camp sembari memungut sampah sepanjang perjalanan. Pada malam hari anak bumi diberi materi tentang sampah yang dikemas dengan metode debat, dari debat tersebut dapat dirasakan bahwa pada minggu ke-3 ini anak – anak sudah semakin menyadari akan ancaman dari sampah yang dihasilkan. Keesokan harinya anak bumi diberi materi mengenai air, yang dikemas melalui games yang menarik, materi yang diberikan meliputi penyaringan air, kepemilikan air, alokasi penggunaan air, dan cara mengambil air. Dalam materi ini anak – anak disadarkan akan kondisi air yang mereka gunakan. Di minggu ke-3 ini, anak bumi sudah terlihat semakin mandiri salah satunya terlihat dari mencuci piring, dari minggu pertama anak bumi dibiasakan untuk mencuci piringnya sendiri setelah makan, karena itu memang salah satu kebiasaan Eco camp, anak – anak terlihat senang dan terbiasa dengan hal tersebut.

 

01Apr

Anak bumi minggu kedua (29-31 April 2019) dilaksanakan dengan tema ketahanan pangan, seluruh kegiatannya masih dilaksanakan di basecamp eco camp. Anak – anak datang dengan semangat dan tanggung jawab terhadap komitmen yang sudah mereka sampaikan diawal pendaftaran. bahkan ada yang datang dalam kondisi masih menggunakan seragam, luar biasa memang semangat mereka untuk mengikuti kegiatan anak bumi. Tema ketahanan pangan ini dikemas dengan kegiatan – kegiatan menarik seperti permainan mengenal jenis dan rasa rempah, permainan untuk mengenal jenis dan rasa sayuran, dan mengolah bahan – bahan makanan menjadi makan yang sehat dan enak untuk dimakan.

Anak -anak juga disadarkan atas makanan yang mereka makan sehari – hari, apakah selama ini makanan yang mereka makan merupakakan makanan yang ditanam sendiri atau beli, mengandung pengawet atau tidak, impor atau lokal, dan menghasilkan sampah plastik atau tidak. Melalui penyadaran tersebut, semua anak tekaget – kaget atas apa yang mereka makan selama ini ternyata sebagian besar impor, berpengawet, dan menghasilkan sampah plastik. Tentunya, melalui penyadaran tersebut, anak juga menjadi lebih sadar atas semua yang mereka makan, dan apa yang harus dilakukan kedepannya apakah dikurangi, atau ditambah atau solusi lainnya agar makanan yang mereka makan lebih sehat dan tida menghasilkan banyak sampah anorganik.

24Mar

Program Anak Bumi telah berlajalan selama 4 tahun belakangan, dan sekarang kembali hadir di tahun 2019. Terdapat banyak materi dan kegiatan menarik yang diberikan kepada para peserta, mulai dari pengetahuan green science, penyadaran ekologis, pertanian organik, masa depan pangan, kebangsaan, PBB dan kedisiplinan, jelajah tahura, kebudayaan, kearifan lokal, dan lain sebagainya. Setiap pertemuan akan dikemas dengan tema yang berbeda. Pada minggu pertama,tema yang diangkat adalah ‘Kepemimpinan dan Cinta Tanah Air’. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Bapak Badri dan Bapak Johar dari SECAPA AD. Melalui materi dan kegiatan Anak Bumi yang diberikan, setiap anak diharapkan dapat belajar mengenai nilai – nilai keutamaan dalam hidup melalui pengenalan lingkungan.

Pada angkatan ke-5 ini, peserta Anak Bumi berasal dari  SD khususnya kelas 4-6 dan SMP yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya. Lebih dari 100 anak yang berpartisipasi dalam proses seleksi Anak Bumi, namun hanya 40 anak yang diterima untuk mengikuti program ini. Pelaksanaannya, dilakukan setiap weekend  (jumat, sabtu dan minggu) selama 4 minggu berturut – turut, mulai tanggal 22 Maret – 14 April 2019. Kegiatan Anak bumi minggu pertama dilaksanakan di Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup (Eco Camp), Jl. Dago Pakar Barat No 3 Bandung 40198.