syifa

14Apr

Minggu ini adalah pertemuan terakhir anak bumi, seperti pertemuan – pertemuan sebelumnya, materi yang ada di acara anak bumi selalu dikemas dengan kegiatan yang menarik, seperti praktek pertanian organik dengan cara berkebun dan membuat mol, kemudian anak – anak juga diberikan materi tentang melawan iklan rokok. Minggu, 14 April 2019 adalah hari penutupan kegiatan anak bumi, semua anak berperan aktif dalam mempersiapkan acara tersebut, muali dari mempersiapkan perlengkapan, pameran, dekorasi, menerima tamu, dan tentunya semua anak juga mamberi penampilan terbaik untuk ditunjukan kepada orang tuanya di acara panutupan ini.

Acara penutupan anak bumi diselenggarakan dengan sangat meriah, mulai dari hasil karya anak bumi yang dipamerkan, seperti penyaringan air, poster diri, give to get, sampel sampah di lingkungan sehari – hari, dan foto – foto anak bumi selama kegiatan berlangsung. Pada hari ini banyak sekali tamu yang datang ke eco camp, mulai dari orang tua dan guru – guru anak bumi, pak aji sebagai perwakilan dari campina, sampai ceu popong pun datang dan turut serta dalam memeriahkan acara penutupan anak bumi hari itu. Pada hari penutupan ini anak bumi akan mempersembahkan penampilan – penampilan terbaik mereka didepan orang tuanya, mereka menampilkan beberapa hal yang dipelajari selama empat minggu mengikuti kegiatan anak bumi di eco camp, diantaranya yaitu menyanyikan lagu tanah airku, mendemonstrasikan materi cerutu dan serasah, mendemonstrasikan cara membuat bir pletok, menampilkan drama tentang kehidupan sehari – hari, menyanyikan fight song, menyanyikan lagu indonesia jaya, dan tentunya menyanyikan lagu mars anak bumi.

lagu mars anak bumi ini merupakan lagu yang diciptakan oleh Fatriana (siswi SMPN 32 Bandung) anak bumi 2019, lagu ini memiliki lirik yang penuh dengan makna, enak didengar, dan mudah untuk dinyanyikan.
lirik lagu tersebut adalah sebagai berikut;

~ Mars Anak Bumi ~
kami putra puteri indonesia
mengabdi menjadi anak bumi
lingkungan lestari adalah tujuan utama kami
**
eco camp membimbing kami
menjadi anak yang peduli
kebersihan jasmani dan rohani
segala makhluk hidup di bumi
back to **

Eco camp sangat senang dan berterimakasih kepada semua anak bumi yang telah berkomitmen dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini, dan tak lupa eco camp juga memiliki harapan yang sangat besar kepada setiap anak bumi untuk menjadi seperti bola lampu yang siap menerangi dunia.

07Apr

Anak bumi minggu ke-3 dibawakan dengan tema aku cinta alam. Hari jumat sore tanggal 6 April 2019 bandung diguyur hujan lebat, akan tepapi semangat anak bumi yang begitu besar untuk datang ke Eco Camp mengalahkan hujan lebat yang mengguyur bandung hari itu, dan tidak lupa anak – anak datang dengan membawa tugas – tugas yang sudah diberikan tentunya. Ketika anak bumi sudah berkumpul, alampun seraya mendukung semangat yang mereka pancarkan, hujan mulai reda dan anak – anak bermain tangkap pemburu dikebun belakang, semua bersorak sorai ceria menyambut langit yang mulai kembali cerah dan bermain bersama, karena hujan yang baru saja reda tentunya lantai kebun sangatlah licin sehingga menyebabkan anak – anak terjatuh berkali – kali, tapi tidak meredupkan semangat mereka utuk terus bermain. Meskipun sudah melewati sore yang begitu menguras tenaga, namun malam harinya anak bumi tetap semangat untuk mengikuti materi tentang bulying yang dikemas dengan meode mencontohkan bentuk – bentuk dari buliying.

Sabtu, 7 April 2019 selain dilaksanakan di eco camp, minggu ini anak bumi juga diajak berkeliling ke taman hutan raya (tahura) Ir. H. Djuanda yang terletak di Jl. Ir. H.Djuanda No.99, Ciburial, Cimenyan, Kota Bandung, Jawa Barat. Mulai dari pintu satu, plaza tahura, gua jepang, gua belanda, hingga ke penangkaran rusa. Di plaza tahura anak – anak diceritakan tentang sejarah singkat tahura, kemudian anak – anak dikenalkan dengan kekayaan yang dimiliki oleh alam, khususnya di lingkungan terdekat yang ada di Badung, anak – anak dikenalkan dengan beberapa jenis tumbuhan yang ada di tahura seperti jenis – jenis pinus, mahoni uganda, dll. Setelah itu anak bumi mengunjungi gua jepang dan gua belanda, di tengah perjalanan sambil bersistirahat anak bumi juga memamerkan karyanya, ada yang berupa nyanyian, cerita, puisi dll yang tentunya semua bertemakan tentang lingkungan.

Perjalanan dilanjutkan ke penangkaran rusa, di penangkaran rusa anak bumi diberikan materi tentang living values dan percaya diri, setelah materi selesai anak bumi kembali pulang ke Eco Camp sembari memungut sampah sepanjang perjalanan. Pada malam hari anak bumi diberi materi tentang sampah yang dikemas dengan metode debat, dari debat tersebut dapat dirasakan bahwa pada minggu ke-3 ini anak – anak sudah semakin menyadari akan ancaman dari sampah yang dihasilkan. Keesokan harinya anak bumi diberi materi mengenai air, yang dikemas melalui games yang menarik, materi yang diberikan meliputi penyaringan air, kepemilikan air, alokasi penggunaan air, dan cara mengambil air. Dalam materi ini anak – anak disadarkan akan kondisi air yang mereka gunakan. Di minggu ke-3 ini, anak bumi sudah terlihat semakin mandiri salah satunya terlihat dari mencuci piring, dari minggu pertama anak bumi dibiasakan untuk mencuci piringnya sendiri setelah makan, karena itu memang salah satu kebiasaan Eco camp, anak – anak terlihat senang dan terbiasa dengan hal tersebut.

 

01Apr

Anak bumi minggu kedua (29-31 April 2019) dilaksanakan dengan tema ketahanan pangan, seluruh kegiatannya masih dilaksanakan di basecamp eco camp. Anak – anak datang dengan semangat dan tanggung jawab terhadap komitmen yang sudah mereka sampaikan diawal pendaftaran. bahkan ada yang datang dalam kondisi masih menggunakan seragam, luar biasa memang semangat mereka untuk mengikuti kegiatan anak bumi. Tema ketahanan pangan ini dikemas dengan kegiatan – kegiatan menarik seperti permainan mengenal jenis dan rasa rempah, permainan untuk mengenal jenis dan rasa sayuran, dan mengolah bahan – bahan makanan menjadi makan yang sehat dan enak untuk dimakan.

Anak -anak juga disadarkan atas makanan yang mereka makan sehari – hari, apakah selama ini makanan yang mereka makan merupakakan makanan yang ditanam sendiri atau beli, mengandung pengawet atau tidak, impor atau lokal, dan menghasilkan sampah plastik atau tidak. Melalui penyadaran tersebut, semua anak tekaget – kaget atas apa yang mereka makan selama ini ternyata sebagian besar impor, berpengawet, dan menghasilkan sampah plastik. Tentunya, melalui penyadaran tersebut, anak juga menjadi lebih sadar atas semua yang mereka makan, dan apa yang harus dilakukan kedepannya apakah dikurangi, atau ditambah atau solusi lainnya agar makanan yang mereka makan lebih sehat dan tida menghasilkan banyak sampah anorganik.

24Mar

Program Anak Bumi telah berlajalan selama 4 tahun belakangan, dan sekarang kembali hadir di tahun 2019. Terdapat banyak materi dan kegiatan menarik yang diberikan kepada para peserta, mulai dari pengetahuan green science, penyadaran ekologis, pertanian organik, masa depan pangan, kebangsaan, PBB dan kedisiplinan, jelajah tahura, kebudayaan, kearifan lokal, dan lain sebagainya. Setiap pertemuan akan dikemas dengan tema yang berbeda. Pada minggu pertama,tema yang diangkat adalah ‘Kepemimpinan dan Cinta Tanah Air’. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Bapak Badri dan Bapak Johar dari SECAPA AD. Melalui materi dan kegiatan Anak Bumi yang diberikan, setiap anak diharapkan dapat belajar mengenai nilai – nilai keutamaan dalam hidup melalui pengenalan lingkungan.

Pada angkatan ke-5 ini, peserta Anak Bumi berasal dari  SD khususnya kelas 4-6 dan SMP yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya. Lebih dari 100 anak yang berpartisipasi dalam proses seleksi Anak Bumi, namun hanya 40 anak yang diterima untuk mengikuti program ini. Pelaksanaannya, dilakukan setiap weekend  (jumat, sabtu dan minggu) selama 4 minggu berturut – turut, mulai tanggal 22 Maret – 14 April 2019. Kegiatan Anak bumi minggu pertama dilaksanakan di Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup (Eco Camp), Jl. Dago Pakar Barat No 3 Bandung 40198.