GREEN LEADER JUNIOR

Green Leader Junior panggilan kami terhadap mereka. Mereka adalah anak-anak SMP St. Maria Surabaya yang dibimbing oleh gurunya, Pak Martinus (Green Leader Angkatan 1 Eco Camp). Mereka dilatih untuk memiliki kesadaran penuh saat berada disekolah dan dimanapun. Selain itu, sesuai dengan namanya mereka dilatih untuk menjadi leader yang mampu menyebarkan kebaikan untuk seluruh siswa di SMP St. Maria Surabaya.

Mereka sungguh luar biasa. Di Eco Camp, mereka belajar untuk lebih memiliki keteguhan dan menjadi pemimpin yang seutuhnya yaitu mendengarkan, melayani dan memberi contoh.

Catatan dari Wawan Husin (Pemerhati Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup) yang sempat menemani adik-adik dari SMP St. Maria Surabaya.

Yang pertama, saya senang bertemu dengan pak Martinus beserta  26 siswanya, karena kopi darat ini menjadikan saya lebih mengapresiasi sesosok guru PKN yang penuh semangat. Kokoh secara fisk, tebal iman secara kemanusiaan, setia pada lingkungan dan penuh integritas dalam memelihara lingkungan.

Yang kedua, kesan saya amat positif pada para siswanya. Disiplin, belajar dengan baik. Mau mengikuti apa yang diinstruksikan para Kakak Shambala dari EcoCamp, dan cepat belajar bersosialisasi tinggi dan adaptif pada apa yang terjadi di sekelilingnya. Penyampaian kesadaran sebelum makan hening diteruskan dengan do’a makan oleh Angela, amat sangat mengesankan. Kesan yang amat kuat bagaimana kerendah-hatian mengadopsi doa kesadaran EcoCamp untuk digunakan di lingkungan Santa Maria, Surabaya serta kegiatan eksskul “Duta Lingkungan” *) melelehkan perasaan. Mantap jiwa!

Yang ketiga, saya berkesempatan terlibat dalam Malam Cahaya. Terasa sekali para siswa mengikuti dengan hati. Momentum hening pada saat mengikuti instruksi kak Dewi menjadikan Malam Cahaya, berakhir dengan baik dan semoga menjadi salah satu pengalaman yang memperkaya batin dan mental para siswa.

Yang keempat, keterlibatan ibu Shierly memberikan sejumlah pertanyaan yang lebih detail kepada  para siswa yang mau maju ke depan sungguh mengesankan. Pada saat menyampaikan harapan dan cita-citanya, para siswa menjadi lebih sadar mengapa memilih cita-cita tersebut. Dig a little deeper! And deeper. Hal ini tentu saja sangat inspiratif bagi mereka. Pertanyaan yang menyangkut moralitas, harapan masa depan. Sehingga siswa akan lebih penuh kesadaran dalam melebih-tajamkan visi dan pilihan masa depan.

Kelima, kata-kata penutupan dari kak Sovia, mirip puisi. Membaca dari teks yang dipersiapkannya, dengan beberapa tambahan spontan. Mengasyikan. Isi utamanya adalah berterima kasih atas kedatangan para siswa Santa Maria, Surabaya, khususnya kelas 8. Serta mohon maaf atas kekurangan dan kekhilafan atas penerimaan yang dilakkan. Gaya santai membaca mendekatkan perasaan dan memberikan keteduhan pada pendengar atau hadirin. Jempols dua, dech!.

Terima kasih pak Martinus dan Jessica, Angela, Rubi, Owen, Christine, Tiya, Jonathan, Hemi  serta semua siswa yang datang. Semoga harapan kalian bisa kami penuhi, dan cita-cita kalian bisa tercapai.

Jayalah Indonesia kita, semoga kita akan bertemu kembali suatu ketika. Tumbuhlah didalam kebenaran, kebajikan,  kebaikan, keindahan, dn integritas.

Catatan:

“Duta Lingkungan”, adalah kegiatan eksskul di sekolah untuk mengajak, mendidik siswa mencintai lingkungan dan kemanusiaan. DL, diinisasi leh pak Martinus sejak tahun 2006. Kini, para alumni SMP St. Maria, memviralkan dan menumbuhkan kegiatan DL di sekolah yang mereka masuki, Sungguh menjadi contoh kongkrit yang melapangkan dada dari pak Martinus dan kolega2 gurunya.

Share it on :