KAMI ANAK ALAM

23Dec

Anak Alam adalah event yang dilakukan setiap tahun saat liburan sekolah. Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak-anak SD kelas 4,5 dan 6 dan SMP kelas 1,2, dan 3 untuk mengisi liburannya. Liburan diisi dengan bermain sambil belajar dan untuk menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik sejak dini dan perilaku yang mencintai bumi. Anak Alam dilaksanakan 2 kali dalam setahun saat liburan semester. Desember kali ini, ada 14 orang peserta Anak Alam dengan 12 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.

Setelah semuanya dipersiapkan, akhirnya tanggal 18 Desember siang, anak-anak diantarkan oleh orang tuanya ke Eco Camp. Awalnya, mereka asing dengan suasana Eco Camp. Pembukaan pun dimulai, seperti biasanya dimulai dengan Tea Ceremony dan akhirnya say bye kepada orang tua yang tadi mengantar anak-anaknya.

Masuk kedalam kamar dan mulai memasang sprei dan sarung bantal sendiri. Ada yang langsung mulai memasang tetapi ada anak yang langsung menghampiri kakak pendamping untuk meminta bantuan. Mereka menanyakan caranya. Setelah semua terpasang, kegiatan selanjutnya dimulai yaitu latihan baris-berbaris. Lengkap dengan menggunakan sepatu, name tag dan membawa botol minum. Anak-anak dibagi menjadi dua kelompok yaitu Mentari Pagi dan Lembayung Senja. Kemudian dilanjutkan dengan cerita tentang apa yang terjadi dengan rumah kita, Bumi. Pada sesi ini, anak-anak diajak untuk melihat bumi dari dekat dan mengidentifikasi apa yang terjadi dengan rumah kita dan mau melakukan sesuatu untuk membuat bumi lebih baik dengan cara menjadi harapan. Harapan itu seperti bola lampu yang siap menerangi dunia.

Hari kedua diawali dengan duduk hening pada pukul 5.30 pagi. Bangun pagi adalah salah satu hal yang paling sulit dilakukan apalagi tidak dibangunkan. Setelah dibangunkan, kami memulai duduk hening, belajar untuk menjadi sedikit lebih tenang. Mereka juga belajar untuk melambat dan membumi, bersyukur atas nafas yang merupakan hal paling penting dalam hidup kita. Hari kedua dihabis dengan melakukan beberapa paket kegiatan yaitu Amazing Race, membuat beras kencur, membuat getuk, membuat Yoghurt, mendaur ulang kertas dan membuat hiasan natal dengan menggunakan botol bekas. Hari yang sangat melelahkan.

Hari yang ditunggu-tunggu adalah jalan-jalan keliling Bandung. Bedanya dengan yang sering atau sudah pernah mereka lakukan sebelumnya adalah kali ini mereka akan jalan kaki dan menggunakan angkutan umum. Setelah sarapan pagi, dengan lunch box yang sudah berisi makan siang dan membawa botol minum, anak-anak mulai berjalan kaki dari Eco Camp menuju ke Terminal Dago. Naik angkot dari terminal menuju ke Monumen Perjuangan yang ada di jalan Dipati Ukur. Disana ada museum yang berisi tentang perjuangan rakyat Jawa Barat. Mereka sangat antusias dan bertanya banyak kepada ibu pemandunya. Ibu pemandunya dengan senang hati menjelaskan kepada mereka. Setelah itu mereka juga diberi LKS untuk dikerjakan setiap kali mereka memasuki suatu tempat pada hari itu. LKS itu berisi pertanyaan tentang kondisi lingkungan dan area sekitar tempat yang dkunjungi. Disini, anak-anak dapat menganalisis lebih jauh dan melaukan observasi serta menjawab sesuai dengan apa yang mereka lihat dilapangan. Kemudian lanjut berjalan ke Museum Gedung Sate dan akhirnya beristirahat untuk makan siang di Taman Lansia. Setelah makan siang, dilanjutkan ke museum Geologi dan berakhir di Saung Angklung. Disini, bukan hanya melihat tetapi ikut merasakan dan belajar sedikit bagaimana cara memainkan Angklung.

Hari ke-4 adalah pergi ke Tahura. Mengenal keanekaragaman tanaman yang ada di Tahura dan mengetahu sejarah dari tempat bersejarah yang ada di Tahura yaitu Goa Jepang dan Goa Belanda. Di hari ke-empat ini mereka belajar lagi untuk benar-benar menuliskan apa saja yang dirasakan saat berada di Eco Camp. Sore harinya, mereka berlatih tarian bambu yang kemudian ditampilkan di acara penutupan.

Hari terakhir diisi dengan komitmen diri yang akan mereka lakukan dirumah masing-masing. Setelah itu, masing-masing orang tua datang untuk mengikuti upacar penutupan yang sudah dipersiapkan. Penutupan ini juga bertepatan dengan hari ibu. Sehingga kami semua yang ada disitu menyanyi lagu kasih ibu. Setelah itu, anak-anak memulai pertunjukan tarian bambu kepada orang tua mereka. Yang terakhir adalah hadiah dari Eco Camp untuk para orang tua yaitu pemutaran video kegiatan Anak Alam Desember 2019.

Share it on :