KEMBALI FITRI MESKI PANDEMI

Kembali Fitri
Meski Pandemi

Idul fitri erat maknanya dengan tujuan berpuasa: menjadi manusia bertakwa. ‘Id’ artinya ‘kembali’. ‘Fitri’ bisa berarti 2: ‘buka puasa untuk makan’ & ‘suci’.

Jadi, Idul fitri adalah hari raya di mana umat Islam kembali berbuka atau makan, tidak lagi berpuasa, bahkan 1 Syawal haram berpuasa. Sekaligus fitri, suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan. Sebagaimana hadis Rasul SAW, “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang salat malam di bulan Ramadan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Dalam bahasa Jawa, Idul fitri dikenal dengan istilah ‘Lebaran’, yang mengandung makna: lebar, lebur, luber, dan labur.

‘LEBAR’ artinya ‘lapang hati dan jalan’ karena telah terlepas dari kemaksiatan, dosanya telah LEBUR, LUBER pahala, berkah dan rahmat Allah. Serta, ‘LABUR’ artinya ‘bersih’, sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan puasa, maka hati akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa.

Makanya di banyak daerah (di Jawa) , rumah-rumah menjelang Lebaran dilabur (dicat putih ulang), yang mengandung arti pembersihan lahir, di samping pembersihan batin setelah melakukan puasa.

Dan, ada pesan tersirat dalam Lebaran yang tersurat, “Kalau kita berpakaian indah, jangan biarkan tetangga kiri dan kanan tidak ikut merasakan hal yang sama.” Bukankan berbuat baik untuk diri sendiri itu hanyalah kesenangan, tetapi berbuat baik untuk sesama itulah kebahagiaan?

Jadi, hiasi hari rayamu, hiasi kembali sucimu dengan berbagi, bersilaturahmi, bertasbih, bertahmid, dan bertakbir, bukan dengan berpamer.

Di masa pandemi gadget di tanganmu bisa menjadi media ampuh bersilaturahmi. Penuhi medsos(mu) sebagai orang yang insya Allah dosanya telah lebur dan tak ingin mengulanginya dengan sebar dan tebar ghibah, hoax & ujar kebencian. Sebaliknya luberkan rahmat dan berkah kebenaran, kebaikan, kebermanfaatan.

Tulisan : @KangMaman1965

Share it on :