Panggilan untuk Bersinergi Merawat Bumi

Agustinus Sarwanto SJ, M.Hum., MBA
Pendiri dan Pengawas Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup

Dalam proses penciptaan dikisahkan bahwa setiap kali Allah memandang sejenak hasil karyaNya: “Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” Para akhir hari keenam, hari terakhir penciptaan, ketika langit, bumi dan segala isinya telah selesai diciptakan, lebih lanjut dicatat: “Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.”

Manusia yang diciptakan menurut gambar dan citraNya dipercaya untuk menguasai dan mengelola seluruh ciptaan yang telah diciptakan. Oleh karena itu sebuah pertanyaan kiranya pantas untuk terus menerus diajukan dan pantas dijawab dengan jujur pula: apakah langit, bumi dan segala isinya sekarang ini masih sungguh amat baik atau semuanya masih baik?

Berkebalikan, sungguh sangat memprihatinkan! Di hampir setiap titik di muka bumi, di dalam bumi dan bahkan di atas bumi terasakan kerusakan bumi yang dahsyat, Zaman sekarang ini merupakan masa krisis yang sungguh menentukan perjalanan hidup umat manusia. Kalau manusia tidak mampu melewati asa krisis dan menemukan solusi yang teoat, maka langit, bumi, dan segala isinya akan punah dan hancur. Kalau berhasil manusia akan memasuki sebuah sejarah baru yang sering disebut sebagai zaman Xenozoic. Selain kerusakan yang memprihatinkan, kita dapat mengamati pila bahwa disetiap penjuru dunia bergemalah suara panggilan untuk terlibat merawat dan mencintai bumi, sehingga semuanya bisa berseru lagi: “Segala sesuatunya sungguh amat baik”.

Kiranya bisa dipahami bahwa manusia sang citra Allah yang telah jatuh dalam dosa dan membawa kelemahan dan kekurangan dalam dirinya kadang tuli dan kurang peka terhadap panggilan dasarnya : memperjuangkan supaya langit, bumi, dan segala isinya dalam keadaan sungguh amat baik. Manusia justru lebih banyak dikuasai oleh nafsu, keserakahan dan ketamakannya, sehingga justru membawa kerusakan yang makin lama makin dahsyat dan punya daya menghancurkan yang semakin mengerikan. Kini banyak orang takut memandang masa depan bumi dengan segala isinya.

Apakah Anda masih optimis dengan masa depan bumi dengan segala isinya? Panggilan hati macam apa yang bergema dalam relung batin Anda yang terdalam? Pastilah kalau Anda waras pikiran Anda dan sadar, Anda akan seratus persen mendukung sesama insan manusia yang terpanggil untuk merawat dan mencintai bumi dengan segala isinya, sehingga segala sesuatunya menjadi makin indah dan makin baik adanya.

Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup merupakan kumpulan orang yang terketuk oleh panggilan alam, panggilan Tuhan Sang Pencipta untuk ingat akan tugas awal penciptaan : merawat dan mencintai bumi sehingga semuanya sungguh amat baik keadaannya. Banyak hambatan dan tantangan yang muncul. Tetapi semuanya tidaklah menyurutkan tekad yang ada.

Kami berharap dan sangat yakin bahwa akan semakin banyak orang yang terketuk untuk terlibat dalam gerakan ini, termasuk Anda. Kami yakin dan berharap bisa ikut menyaksikan umat manusia mulai memasuki zaman Xenozoic dimana makin banyak manusia mampu bersinergi dengan seluruh alam ciptaan berjuang, berziarah memasuki zaman baru yang indah menjanjikan.

Manusia bersatu dengan Sang Khaliknya menciptakan warna warni keindahan yang muncul dari potensi setiap ciptaan yang ada.

Share it on :