THE JOY OF MEDITATION

“Do it because it makes me happy” – Thich Nhat Hanh

suatu ketika saya medapatkan pertanyaan “ngapain kuliah kalo jadi petani?”. menjadi mahasiswa fakultas pertanian adalah langkah awal menemukan jati diri yang sesungguhnya. beberapa mata kuliah mengharuskan mahassiswa untuk menanam langsung di lahan kebun percobaan. mendapatkan hasil panen yang di inginan tak semudah membuang sayuran layu ke tempat sampah. ketika menyusun tugas akhir, tanaman yang di rawat tidak cukup baik sehingga harus mengulang dari awal. lagi-lagi pekerjaan yang sepertinya terlihat mudah , ternyata amat sulit dilakukan. dari sini lah pelajaran itu dimulai.

terkadang kita melupakan makna dari setiap pekerjaan yang dilakukan. tak jarang pula hanya terfokus pada hasil. tanpa di sadari kita telah melupakan proses. proses yang membuat kita banyak belajar. proses yang menjadikan kita tidak mengulang kesalahan yang sama. proses yang menjadikan kita insan yang tegar terhadap berbagai terpaan. Jika kita melakukan setiap pekerjaan dengan bahagia dan sungguh-sungguh maka hasil apapun yang kita dapatkan akan dapat diterima dengan baik dan lapang dada.

menjadi petani membuat saya menjadi semakin bersyukur dan bahagia. bersyukur karena saya bisa mengetahui betapa sulitnya merawat tanaman hingga menjualnya ke tangan pembeli. tidak semua orang dapat merasakan penalaman ini.  bahagia karena saya bisa mengalami banyak hal dan belajar bahwa menjadi petani itu adalah pekerjaan yang mulia. petani menyediakan makanan untuk sesama. bahagia sekali ketika melihat orang lain dengan lahap makan sayur yang ditanam oleh kita.

ada pengalaman unik ketika menjual sayur di pasar kaget hari minggu. ada 2 orang ibu paruh baya yang datang menghampiri¬†booth. mereka menanyakan harga caysim lalu saya jawab “5000 satu ikat bu” dengan spontan salah satu ibu itu berkata “2000 ya” saya pun menjawabnya dengan “ini organik bu, belum dapet segitu”. kemudian “5000 tiga ikat aja, sayur mah sama aja” sembari pergi menjauh. sejenak diam dan tertegun. kecewa, kesal, sedih, karena merasa tidak dihargai. mungkin hal ini yang dirasakan penjual ketika saya menawar harga sayur di pasar.

saya bahagia menjadi petani karena saya bisa belajar bersyukur dari setiap proses yang dilalui. Saya bahagia menjadi petani. Perkenalkan saya widiya yang sedang belajar menjadi petani yang bahagia.

Wassalam.

Share it on :

LEAVE COMMENT