Yuk REDUCE & RECYCLE

Pola hidup konsumtif tidak dapat dilepaskan dari gaya hidup modern yang serba praktis atau mobile, tentu didukung oleh teknologi canggih yang berkembang sehingga memudahkan proses jual beli. Gaya hidup konsumtif justru memiliki dampak kurang baik terhadap ‘kesehatan’ finansial. Konsumtif dapat diartikan sebagai pemborosan.
Pemborosan dapat dimaknai sebagai suatu perilaku yang berlebih-lebihan, dan tanpa disadari perilaku tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan yang membentuk karakter dan tentunya akan sulit untuk diubah apalagi dihilangkan.

Jika sudah terlanjur memiliki pola hidup konsumtif, apakah masih bisa diubah dan diperbaiki? Berikut adalah 8 cara yang dapat dilakukan untuk mengubah gaya hidup konsumtif :

1. Menabung

2. Membuat Anggaran Belanja

3. Prioritaskan Kebutuhan

4. Hindari Pemakaian Kartu Kredit

5. Kurangi Jalan-jalan dan Cuci Mata di Mal

6. Mulailah Berinvestasi

7. Cermatlah Ketika Membeli Barang

8. Beramal dan Bersedekah

 

saya sangat suka sekali membuat handy craft. banyak barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai yang masih dapat dijadikan barang bermanfaat. misalnya kaleng susu, kemasan minuman serbuk, detergen, makanan ringan dan lainnya.

menabung adalah salah satu cara untuk mengurangi pola hidup konsumtif, karena saya sangat menyukai dunia handy craft maka dari itu saya membuat celengan yang terbuat dari kaleng susu bekas. bayangkan jika setiap bulan kita harus membeli celengan plastik atau kaleng di toko. selama 1 tahun kita harus membeli 12 celengan. dengan menggunakan barang-barang bekas, setidanya kita sudah dapat mengurangi sampah.

berbicara mengenai sampah, pola hidup penggunaaan barangs ekali pakai masih mejadi gaya hidup manusia modern. barang-barang yang rusak jarang sekali diperbaiki karena harus mencari tukang dan menunggu untuk proses perbaikan. beberapa waktu yang lalu handphone saya terjatuh di atas batu, item yang mengalami kerusakan adalah LCD. tanpa berfikir panjang saya langsung menuju service center. biaya perbaikan 1/3 pembelian handphone baru. tanpa fikir panjang saya setuju untuk ganti LCD. handphone masih bisa di operasikan, yang mengalami kerusakan hanya LCD saja. slagi masih bisa digunakan kenapa harus membeli yang baru ? betul kan ? nah budaya inilah yang sudah berubah. semoga pengalaman saya belajar hidup ekologi dapat menjadi inspirasi teman-teman.

Wassalam.

 

Share it on :